Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
HomeAhlan wa SahlanAug 4, 2007
Asslamualaikum...

Berharap setiap kata yang mengalir menjadi bermakna,
berawal dari refleksi diri untuk perbaikan pribadi...

Semoga ada manfaat yang tercipta
dibalik kepingan-kepingan bingkai ini...

Rangkaian huruf menjadi kata
kata menjadi kalimat
kalimat menjadi paragraf
dan membentuk cerita...

Bercampur,
kadang abstrak, kadang jelas
Menguak pengalaman
melukis memori
dan menyimpannya dalam sebuah bingkai..

Semoga bermanfaat...

Note: Maaf tapi sebagian besar isinya tapi contact only yaa.. :)






Blog EntryMar 28, '12 7:59 AM
for everyone
Teman itu adalah karunia. Terlebih ada kedekatan yang membangkitkan gairah iman dan amal bersamanya. (Tarbawi edisi 234)


Cuplikan perbincangan singkat di mail list, tentang thursina junior, thursina family
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Aslm...
    Kawan, ide thursina junior itu muncul saat ana menanyakan ke temen2 thursina yg milad bulan ini (maret). Dari pertanyaan simpel yang ana sampaikan, ternyata respon mereka beragam. Ada yang cuma minta satu doa sj, tp ada juga yang banyak minta nya.

"Klo ana mah mau di doakan bs cepat lulus dan cepet nikah.... " kira2 siapa ya ini ??? eits nda perlu disebutin ya..

    Nah dari situlah ana jadi kepikiran klo nanti thursiners sdh pada punya keluarga, mungkin nda ya klo kita bikin thursina junior ? 
Belum tau sih nnt bentuknya kayak gimana krn kan kalian sudah pada mencar semua ya (bahas biologinya dispersal). Dan belum tau juga apakah nnt para mujahid/ah yang lahir dari rahim thursina senior bisa saling kenal  dan bisa merasakan atmosfir ukhuwah yang sama 

    Tapi, tak apalah klo ini hanya baru sekedar khayalan, tapi yang pasti thursina sdh semakin besar ya. Semoga bs tetap istiqomah, lebih baik dari sebelumnya, dan semoga bs senantiasa menjaga hijaunya hingga ke surga nanti. Karena ternyata katanya warna surga itu warna hijau ya ??? 
Wallahu'alam.

Waslm... 

Ikhwan A
---------------------------------------------------------------------------------------------------

Protes Keras ke Ikhwan A: saya blm ditanya mau doa apa.. *penting*

Akhwat B

---------------------------------------------------------------------------------------------------

*sebelum kita bikin Thursina junior, bikin dulu Thursina Family.. 
Isinya suami atau istrinya masing2, udah ada tuh, Abang abcd ama adik efgh (*nama disamarkan)

jadi thursina solid dari sisi thursina itu sendiri, thursina family, baru deh ntar thursina junior..

Ya Allah semoga beneran sampe surga bareng2 kita.. 

Akhwat C
------------------------------------------------------------------------------------------------
Akhwat B, kemarin kan ana sudah minta maaf sebelumnya.
Karena semalam terlalu asik nulis, jadi kelewatan dah.
Oiya, memang Akhwat B mau didoakan apa ? biar nanti bisa di'amin'kan sama temen-temen Thursina yang baik dan sholeh/ah.

Saran Akhwat C bagus tuh, sepertinya harus segera di follow up biar nda nguap gitu aja idenya.
Klo boleh kasih masukan, kita harus melakukan maintanance ulang terkait member milis ini, karena ada beberapa yang sudah ganti email atau yang lainnya..

Tafadhol bs segera dieksekusi, 
ada yang bisa dibantu nda ?.

Ikhwan A
-----------------------------------------------------------------------------------------------
dan saya baru sadar, ini judul postingannya ada bacaan untuk thurs'day.. 
*pas posting hari kamis waktu itu ya*

buat invite yang pada ganti email, saya bisa bantu..
sini-sini didata yang ganti email..

follow up thursina family gimana Ikhwan A?
saya sih belum ada ide, paling ide kultural, cuma mengenalkan ada loh ini thursina family..

Akhwat C
------------------------------------------------------------------------------------------------
Subhanallah bapak ikhwan A ini dah, dahsyat idenya
Tafadhol utk d eksekusi kan ente jago tuh sbagai eksekutor handal d thursina

Ikhwan D
------------------------------------------------------------------------------------------------
Nah terkait Thursina family ana punya ide gimana klo ada agenda kunjungan "diplomatik" ke masing-masing pasangan. Ini menjadi proses silaturahim kita ke mereka sekaligus sosialisasi tentang seluk-beluk thursina sekaligus nginvite mereka jadi member milis ini. Targetnya paling nda kita bikin agendanya dulu, nda perlu semuanya bs hadir yang penting ada perwakilannya. Usul bs sebulan sekali, mumpung belum banyak yang harus dikunjungi.

Ikhwan A

---------------------------------------------------------------------------------------------------
nanti dibikinin jaket aja, "Thursina Family". Nah, nanti kalo udah ada yang junior, baju bayinya dikasih yang warna ijo terang, terus ada tulisannya "Thursina Junior", kalo perlu tambahin kupluk ijo terang juga, tambah lagi nanti kaos kakinya juga ijo terang, sama sarung tangannya juga boleh.. Nah, silakan dibayangkan.. :D

*saya sering menebak-nebak, kira2 berapa plakat ya yang akan saya buat tahun ini..

Ikhwan E
---------------------------------------------------------------------------------------------------
imajinasi tingkat dewanya ikhwan E # boleh juga.. lucu pasti thursina junior ijo2 gitu..

Ayo Ikhwan E tebak berapa.. saya akan tebak berapa bingkai yang akan saya beli tahun ini.. @#$???

Akhwat B
---------------------------------------------------------------------------------------------------

Tiba-tiba, perbincangan di atas jadi berasa seru, menandakan thursina yang dulu memang mulai memasuki dunia-dunia baru. Dulu kami berseragam putih abu-abu, tapi sekarang sudah ada yang jadi calon bapak dan Ibu..
Perbincangan di atas terjadi di milis kami (beberapa kalimat ada yang dihapus). Milis itu kami bentuk dulu saat baru saja lulus dari ranah putih abu-abu. Belakangan milis kami sering sepi, dan tiba-tiba ramai lagi karena ada yang posting tentang Thursina Junior kamis lalu.

Ah iya, kamis itu kami sebut THURSday, Thursina Day..


Ingati bila sunyi, rindui bila jauh, fahami bila keliru, 
nasihati bila khilaf dan maafkan bila terluka,,
Alangkah indahnya ukhuwah bila segalanya karena Allah..

Majulah sahabat mulia, berpisah bukan akhir segalanya..
Perjuangan ini,, demi mencari keridhaan Illahi..
(Footnote Milis Thursina)

"Tidak ada nikmat yang lebih baik dari teman yang shalih, yang diberikan kepada seorang hamba setelah Islam. Jika dia lupa, temannya mengingatkannya, jika dia ingat, ia membantunya. Siapa diantara kalian mendapatkan cinta dari temannya hendaklah ia memegangnya, karena sesungguhnya hal itu sangat jarang ditemukan." (Umar bin Khaththab)

Blog EntryMar 21, '12 2:34 AM
for everyone
Apakah Sampai Padamu Berita Tentang Mahanazi?
(Helvy Tiana Rosa)

Kabar apakah yang sampai padamu tentang Palestina?
Apakah sampai padamu berita
tentang  rumah-rumah yang dihancurkan
tanah-tanah meratap berpindah tuan,
bahkan manusia yg dibuldozer?

Apakah sampai padamu berita
tentang air mata yang tumpah
dan menjelma minuman seharihari
tentang jadwal makan yang hanya sehari sekali
atau listrik yang menyala cuma empat jam sehari?

Apakah sampai padamu
berita tentang kanak-kanak yang tak lagi berbapak
tentang ibu mereka yang diperkosa atau diseret ke penjara?
Para balita yang menggenggam batu
dengan dua tangan mungil mereka
menghadang tentara zionis Israel
lalu tangan kaki mereka disayat dan dibuntungi

Apakah sampai padamu berita tentang masjidil Aqsha
di halamannya menggenang darah
dan tubuhtubuh yang terbongkar
Peluru yang berhamburan di udara
menyanyikan lagu kematian menyayat nadi
kekejaman yang melebihi fiksi
dan semua film yang pernah kau tonton
di bioskop dan televisi
Kebiadaban yang mahanazi

Tapi orangorang di negeriku masih saja mengernyitkan kening:
“Palestina? Untuk apa memikirkan Palestina?
Persoalan di negeri sendiri menjulang!”
Mereka bersungut-sungut tak suka
Membatu, tak jarang terpengaruh
menuduh pejuang kemerdekaan Palestina
yang membela tanah air mereka sendiri
sebagai teroris!

Duhai, maka kukatakan pada mereka:
Tanpa abai pada semua persoalan di negeri ini
Atas nama kemanusiaan: menyala-lah!
Kita tak bisa hanya diam
menyaksi pagelaran mahanazi
sambil mengunyah menu empat sehat lima sempurna
dan bercanda di ruang keluarga
kita tak bisa sekadar
menampung pembantaianpembantaian itu dalam batin
atau pura-pura tak peduli
Seorang teman Turki berkata:
mereka yang membatasi ruang kemanusiaan
dengan batas-batas negara
sesungguhnya belum mengerti makna kemanusiaan

Hai Amr Moussa tanyakan pada Liga Arab
belum tibakah masanya bagi kalian
bersatu, membuka hati, berani
berhenti mengamini nafsu Amerika
yang seharusnya kita taruh di bawah sepatu?

Hai Ban Ki Moon,
apakah Perserikatan Bangsa Bangsa itu nyata?
Sebab tak pernah kami dengar
PBB mengutuk dan memberi sanksi
pada mahanazi teroris zionis Israel
yang pongah melucuti kemanusiaan dan keberadaban
dari wajah dan hati dunia
Apakah kalian, apakah kita tak malu
Pada para syuhada flotilla, Rachel Corrie, Yoyoh Yusroh
dan George Galloway?

Karena sesungguhnya kita bisa melakukan sesuatu:
menyebarkan tragedi keji ini pada hatihati yang bersih,
memberi meski sedikit apa yang kita punya
dan mendoakan Palestina

Apakah sampai padamu, berita tentang mahanazi itu?
Tentang Palestina yang bersemayam kokoh
di hati mereka yang diberi kurnia?

Seperti cinta yang tak bisa kau hapus
dari penglihatan dan ingatan,
airmata, darah, dan denyut nadi manusia
: Lawan Mahanazi!

Lihat video pembacaan puisi oleh Bunda Helvy dan Rahmi Yulia, 17 Maret 2012 lalu, disini.

Sampai, berita tentang Mahanazi sampai pada kami disini
dan seberat apapun yang kami hadapi disini, 
tidak ada bandingannya dengan perjuangan Palestina.

Palestina, palestina, palestina..


Blog EntryMar 8, '12 12:45 PM
for everyone
Di dunia ini, tempat semua manusia dilahirkan, adakah yang berharap kelak akan menjadi orang jahat?
Adakah yang merencanakan kelak akan menjadi orang yang menyusahkan orang lain saat baru dilahirkan?
Tentu tidak!
Karena Allah memberikan fitrah suci pada setiap bayi yang baru lahir
Karena Allah memberikan celupan warnaNya sebelum siapapun memberikan warna pada bayi yang baru lahir

Maka, tak salah jika doa yang banyak terucap pada setiap insan yang lahir adalah, agar kelak ia menjadi anak yang shalih/shalihah.
Shalihah, maknanya sangat dalam bukan? Baik, walau hanya baik itu lebih dari apapun. Sebab nyatanya tak selalu mudah menjadi orang baik di setiap kesempatan hidup yang Allah beri. Betapa banyak orang yang memilih menjadi jahat untuk kepentingannya, tanpa sadar bahwa baik itu melebihi apapun, karena surga di akhirat yang kita cari.

Berbuat baiklah dan itu akan kembali pada dirimu sendiri, begitu kata sebuah ayat dalam Al-Qur'an.
Berbuat baiklah, walau sulit, karena surga membutuhkan perjuangan untuk dicapai.

Yakinlah, sebenarnya semua orang itu pada hakikatnya baik, karena saat dilahirkan tak ada yang pernah ingin menjadi buruk, karena saat dilahirkan banyak sekali orang yang mendoakan kita menjadi shalih/shalihah.

Saat ini, ketika telah dewasa, kunci itu ada di tangan kita, akankah kita terus dan tetap menjadi shalih/shalihah sesuai harapan orang tua saat melahirkan kita?
Akankah kita tetap menjadi hamba yang pekat dengan celupan warnaNya saat baru dilahirkan?

shalih shalihah shalih shalihah shalih shalihah!

shalih dan shalihah tak hanya membahagiakan orang tua di dunia, tapi juga dapat menjadi amal jariyah hingga akhir masa.

*let me, Allah*



Blog EntryMar 5, '12 5:18 AM
for everyone
Nahnu du'at qabla kulli syai'in

Plasma, tertanggal 4-5 Juli 2005
Kalimat itu mulai masuk ke dalam diri, menjadi kalimat kunci dalam sebuah pelatihan dari Rohis28.
Plasma, salah satu momen titik tolak yang tanpa disadari telah menjadi jalan pembuka bagi lintasan selanjutnya, lintasan yang menentukan banyak jalan hidup saya saat ini.
This Path: mostly part of life!

Kita adalah da'i sebelum segala sesuatu
ya, sebelum kita menjadi apapun..

Merasa, 7 tahun ini belum menjadi apa-apa,
karena sepertinya perjuangan sesungguhnya baru saja dimulai.

Dulu merasa semua ini simple, tapi tiba-tiba saja menjadi rumit.
Dulu merasa semua ini tak terikat oleh banyak hal, tapi ternyata ini menjadi titik pengait semua hal
Dulu merasa semua ini pengaruhnya sedikit saja, tapi semua yang terjadi saat ini ternyata akibat darinya.

Nahnu du'at qabla kulli syai'in,
Setiap hembusan nafas untuk da'wah.
T.T

Da'wah, jika dulu tak pernah mengenalmu,
mungkin saat ini aku tak akan berada pada posisi ini.

Ya Muqallibal qulub, tsabit qulubanaa 'alaa diinik
Ya Muqallibal qulub, tsabit qulubanaa 'alaa tha'atik

This path may be difficult, but the final destination is certain


Blog EntryFeb 28, '12 6:22 PM
for everyone
Seperti cerita sebelumnya di Path [1], sekarang saya jadi Full Teaching Assistant (TA) di Fakultas tempat saya belajar. Jam Kerja 40 jam per pekan. Nah tapi dari 40 jam itu, cuma 30 jam tanggung jawab kita untuk mengerjakan tugas sebagai asdos, 10 jam lagi free untuk kita melakukan kegiatan akademis lainnya, seperti bikin paper, belajar toefl, atau persiapan S2. 

Overall, saya bersyukur sekali dapat kepercayaan ini dan proses penemuan path ini juga salah satunya dari amanah ini. Kerjaannya dilakukan sambil belajar, waktu fleksibel yang penting memenuhi kuota, dan alhamdulillah sejauh ini tertangani dengan baik artinya tidak full load sampe bawa lemburan ke rumah. Bahkan nyaris tak pernah buka laptop lagi di rumah saat malam hari.

Tentang 30 jam yang wajib jadi TA, dipenuhi dengan jadi 2 koordinator mata kuliah, rada ribet karena jadi koordinator dua2nya, banyak bantu persiapan dan bersentuhan dengan dosen tapi satu hal, jadi minim ngajar atau interaksi sama mahasiswa karena koordinator tak pegang kelas..
Ini satu hal yang agak kehilangan, tapi yaa, koordinator punya tugas sendiri..

Bahkan tugas koordinator di 2 mata kuliah itu juga berbeda, tapi unik. 
Di satu kuliah saya bener-bener full controll of all dan di satu lagi semi controll.
Karakter tim asdosnya juga unik, yang satu terdiri dari berbagai angkatan bahkan jenjang kuliah (ada mahasiswa S1, S2, S3, dan lulusan S1) dan yang satu lagi lebih seragam, semua mahasiswa, kebanyakan S1. 

Yang sama dari keduanya, tugas saya membuat kunci jawaban dan penilaian. Saat buat kunci jawaban itu rasanya gimana gitu, seakan lebih bahagia kalau dapat jawaban terus diajarin ke mahasiswa. Kunci jawaban yang saya bikin dikasihnya ke asdos buat standar penilaian mereka.

Jadi-jadi, selama jadi koordinator, tak ada lagi kegiatan periksa Tugas atau PR mahasiswa, tak ada lagi ngajarin mahasiswa di depan kelas. Tapiiii bisa-bisa aja padahal kalau bantu asdos di kelas. Bisa-bisa, cuma memang masih agak penyesuaian di 2 pekan pertama kemarin.

Sebagai TA ini juga dituntut punya rasa tanggung jawab yang tinggi, karena kita tak pernah dicek betul2 apakah sudah memenuhi 30 jam per pekan, tidak diawasi betul datang dan pulang jam berapa, tapi kejujuran itu ada di tangan kita.
So, semakin banyak tugas semakin baik harusnyaa yaaa..

*Mari kita Semangaaat! untuk menjadi amanah!

Salah satu amal jariyah adalah ilmu yang bermanfaat :)




Blog EntryFeb 24, '12 9:39 AM
for everyone
Bahwa iman maupun ukhuwah bukanlah hal yang semula jadi dan bisa muncul sendiri. Hubungan antara keduanya juga bukanlah kaidah sebab akibat. Keduanya adalah Pemahaman sekaligus Keterampilan. Keduanya perlu ikhtiar dan kerja-kerja. Keduanya dihadirkan dalam diri dengan upaya. Kita harus mempelajari ilmunya, memahami makna-makna, memperhatikan kaidahnya, melatih dan mengamalkannya di alam pergaulan.

(Salim A Fillah)

Sebab ketika Allah mempersaudarakan orang-orang beriman, Ia hanya ingin mengatakan bahwa komunitas sosial kita harus diikat dengan cinta yang lahir dari Iman. Hanya dengan begitu kita bisa menemukan kekuatan perekat yang abadi, tembus masa dan ruang, dan bebas dari berbagai perubahan situasi. 

(Anis Matta)

Blog EntryFeb 17, '12 5:55 AM
for everyone
Waktu ujian itu tidak pernah lebih panjang daripada waktu hari belajar, tetapi banyak orang tak sabar menghadapi ujian, seakan sepanjang hanya ujian dan sedikit hari untuk belajar.
(K.H Rahmat Abdullah)

Iya, padahal nikmat dariNya mewarnai sebagian besar hari-hari kita
padahal kasih sayangNya pada kita melebihi apapun selagi kita tak menduakanNya..

Setiap hari adalah belajar
belajar untuk lebih mendekatkan diri padaNya
karena yang kita cari tentunya syurga..

Setiap hari adalah belajar
dan setiap proses belajar ada ujian
agar kita naik ke tangga yang lebih tinggi..

Allah,
selama ini aku belajar atau menghadapi ujian?
Jika memang selama ini adalah belajar, semoga akan ada hasil baik yang dipetik
Jika memang selama ini adalah ujian, semoga nanti itu adalah solusi dari ujian tersebut..

Ujian atau Belajar?
di keduanya tetap harus diberikan usaha terbaik.
Aaaaaa, karena yang Allah nilai itu prosesnya, prosesnya!

Allah yang Maha Baik,
semoga segala dinamika yang telah terjadi duapuluhduatahun ini berakhir baik ..

Blog EntryFeb 17, '12 3:12 AM
for everyone

I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I'm here for you

For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it's time for you to rise
For all the things you sacrificed

* Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you

** Mom I'm all grown up now
I'ts a brand new day
I'd like to put a smile on your face everyday

You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
Oh oh
number one for me

Now I finally understand
That famous line
About the day I'd face in time
Coz now I have a child of mine

Even though I was so bad
I've learnt so much from you
Now I'm trying to do it too
Love my kids the way you do

Back to (*) (**)


You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
Oh oh
number one for me


There is no one in this world
That can take your place
Oooh I'm sorry for ever taken you for granted

I will use every chance I get
To make you smile
Whenever I'm around you

Now I will to try to love you
Like you love me
Only God knows how much you mean to me 

Back to (*) (**)

The number one for me
The number one for me
The number one for me

(Number One For Me - Maher Zein- )


Untuk Ibu yang baik,
Saya sedang merasa tak mampu berbuat apa-apa, 
karena Ibu di depan saya selalu baik-baik saja, tak pernah mengeluh, tak pernah menceritakan masalah apapun, 
walau terkadang saya tahu ada banyak hal yang menggelayuti pikirannya.
Untuk Ibu  yang baik,
yang tak pernah memberatkan saya, bahkan selalu meringankan beban-beban saya,
untuk Ibu yang baik,
yang selalu membantu kesulitan orang lain,
semoga Allah memberi sebaik2 bantuan saat Ibu kesulitan
saat tangan putrimu tak mampu berbuat apa-apa untukmu..


Jika Aku tidak yakin bahwa, 
Kaulah Pelindung terbaik untuknya, 
maka aku ragu bahwa ia baik-baik saja disana(Tasaro)

Ya, Allah ya, Engkau sebaik-baik Penjaga.. Jaga Ibu di manapun ia berada, Ya Allah..
Ibu baik, jadi insyaAllah dapat kebaikan juga di hari-harinya.. Aamiin.. :")

ingin berbisik pada beliau,
"Bu, maaf untuk semua salah yang tak terhitung, apa yang bisa aku lakukan untuk bahagiakanmu?"
*banjiiiir  T.T*


Blog EntryFeb 7, '12 8:01 AM
for everyone
Suatu hari, demikian dikisahkan Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah, Abu Bakar berjalan mendatangi majelis Rasulullah. Dia tampak menjinjing kainnya, terlunjak jalannya, tertampak lututnya, dan gemetar tubuhnya. "Sahabat kalian ini," sabda Sang Nabi pada sahabat yang sedang duduk begitu melihat Abu Bakar datang, "sedang kesal hati. Maka berilah salam padanya dan hiburlah hatinya."

Abu Bakar bersimpuh lalu menggenggam tangan Sang Nabi. Ditatapnya mata suci itu dalam-dalam. "Antara aku dan putra Al-Khattab," lirihnya, "ada kesalahpahaman. Lalu dia marah dan menutup pintu rumah. Aku merasa menyesal. Maka kuketuk pintunya, kuucapkan salam berulang kali untuk memohon maafnya. Tapi dia tak membukanya, tak menjawabku, dan tak juga memaafkan."

Tepat ketika Abu Bakar selesai berkisah, 'Umar ibn Al-Khaththab datang dengan resah.
"Sungguh aku diutus pada kalian," Sang Nabi bersabda menghardik, "Lalu kalian berkata: 'Engkau Dusta!'
Wajah beliau tampak memerah, campuran antara murka dan rasa malunya yang lebih dalam dibanding gadis dalam pingitan.
"Hanya Abu Bakar seorang", sambung beliau, "Yang langsung membelaku dengan seluruh jiwa dan hartanya. Masihkah kalian tidak takut pada Allah untuk menyakiti sahabatku?"

'Umar berlinang, beristighfar, dan berjalan simpuh mendekat. Tetapi tangis Abu Bakar lebih keras, derai air matanya bagai kaca jendela lepas. "Tidak, ya Rasulullah. Tidak. Ini bukan salahnya," serunya terpatah-patah isak. "Demi Allah akulah memang yang keterlaluan." Lalu dia memeluk 'Umar, menenangkan bahu yang terguncang. Mereka menyatukan rasa dalam dekapan ukhuwah, menyembuhkan luka-luka.

(Dalam Dekapan Ukhuwah, hal 388-389)

*Sudah pernah baca kisah tentang ini dulu dulu, tetapi saat baca malam ini dari buku ini membuat basah mata ini.
Abu Bakar, Abu Bakar, kagum sekali pada beliau.. Kisah sebelumnya saat Beliau melindungi Rasul di Gua Tsur, luar biasa.. T.T
Dan Umar, sekeras-kerasnya tetap punya hati yang lembut sehingga mampu menerima setiap kata Rasulullah dengan hatinya.


Blog EntryJan 16, '12 3:02 AM
for everyone
Belakangan ini ada rasa yang meletup-letup, saat menemukan sesuatu yang baru dan ternyata mengembalikan bagian diri yang selama ini tercecer. Ini tahun baru, masih inget bahwa tahun lalu saya merencanakan bahwa di tahun 2011 ada 3 fokus besar, Tugas Akhir, SALAM, dan RQ. Yaa, 2011 berakhir, alhamdulillah tugas akhir alias skripsi sudah selesai paruh tahun lalu, sudah lulus kuliah, dan SALAM berjalan hingga akhir kepengurusan dan 6 hari lagi akan resmi serah terima amanah. RQ, nah ini yang mengenaskan, gagal di tengah jalan karena kalah dengan 2 hal yang lain.

Jadi, jadi PR untuk 2012 melanjutkan hal yang belum tercapai selanjutnya, dan merancang jalan hidup baru. Ini yang cukup sulit, menentukan kemana path hidup selanjutnya, tetapi akhirnya setelah perjalanan panjang akhirnya mengerucut juga.

Ceritanya, sekitar sebulan lalu saya bergabung dengan salah satu Lab Riset di Fasilkom, menjadi asisten yang membantu beberapa kegiatan di sana. Kebanyakan masih dalam tataran administratif, tapi sedikit banyak dari Lab ini saya mendapat banyak hal baru, termasuk motivasi, arahan, atau tawaran dari Bapak Dosen. 

Perbincangan sebulanan yang lalu antara saya dan Bapak Dosen,
"Rencana kamu setelah ini gimana?"
"Yang jelas sampai Januari tetap di kampus Pak, karena masih ada amanah di SALAM"
"Sekarang sibuk apa saja?"
"Di SALAM, asdos satu mata kuliah, terus ngajar di bimbel Pak"
"Selanjutnya mau kerja di kantor atau gimana?"
"Emm belum tau sih Pak, tapi jangka panjangnya saya lebih tertarik di dunia akademis"
"Jadi rencananya gimana?"
"Belum tau Pak, ceritanya ini bulan-bulan peralihan sebelum saya memutuskan target selanjutnya"

Dalam hati, jleb padahal. Belum punya rencana, belum punya rencana, belum punya rencana, mau jadi apaaaaaa? Yang masih dipikiran, selesaikan SALAM saja, setelah itu baru cari kerja.
Sejak perbincangan itu jadi mulai berpikir jauh ke depan, selama ini saya seperti membiarkan lingkungan luar mengatur hidup saya, karena memang saya masih terlibat dengan banyak hal. Termasuk di SALAM tahun lalu, itu pun tak masuk plan hidup, tiba-tiba saja datang. Termasuk waktu ikut mapres itu juga belum jadi plan. Termasuk waktu magang, freelance atau ikut2 project, itu semua karena ada tawaran dari luar. Jadi semacam let it flow saja, frame besarnya sebagai mahasiswa ya kuliah.

Sekarang sudah lulus, dan pekan ini resmi tidak ada ada organisasi di kampus lagi. Jadi kalau sebelumnya agenda SALAM bener2 memadati hari-hari, jadi kegiatan utama setelah lulus, pekan depan tidak lagi. Jadi kalau selama ini agenda-agenda diri juga masih terikat sama banyak hal lain, sekarang tidak lagi. Jadi, selanjutnya akan banyak penentuan jalan hidup yang ditentukan oleh diri sendiri! Yaaap!

Akhirnya, setelah bingung-bingung mau kemana langkah selanjutnya, datang lah satu dua tiga petunjuk, mulai dari menginap bareng kakak2 fasilkom 2005 dan 2006, bincang sama ibu dosen tentang pasca kampus, bincang sama temen yang tadinya kerja di kantor terus balik lagi di kampus, dan beberapa hal lain yang membuat saya memutuskan, I will stay on Campus, in academic path!

Ya ya alhamdulillah ada lowongan Full Teaching Assistant di kampus, dengan jam kerja 40 jam per minggu. Akhirnya saya ambil tawaran itu dan diterima, yang harapannya bisa jadi langkah sebelum ambil S2 atau terus berkarya di dunia akademis.

Ceritanya dulu udah ditawarin beasiswa S2 di Fasilkom untuk semester ini, tapi karena taunya H-2 deadline jadinya urung ikutan. Akhirnya semester ini jadi Full Teaching Assistant.

Yang saya pikir juga kalau di kampus perjalanannya lebih nyaman dibanding harus kerja di bilangan pusat Jakarta sana yang macetnya luar biasa, jadi perjalanannya hemat sekali. Berangkat tidak perlu pagi2 buta, pulangnya juga tidak perlu malam2 buta. Dan satu hal lagi, kalau di kampus masih bisa lihat adik2 tumbuh, masih bisa denger mereka sharing kondisinya, dan bisa bantu apa-apa jika dibutuhkan. Terus kalau nanti udah berkeluarga, bisa punya porsi lebih di rumah karena perjalanan kerja yang relatif singkat.


Kata Ibu, Pengajar itu, baik guru atau dosen, memang pendapatannya (baca gajinya) tak seberapa, tapi pahala amal jariyah mengalir terus sampai ke surga!

Yap, ilmu yang bermanfaat semoga bisa memberikan ilmu yang bermanfaat dengan terus mengajar. Dan tentunya sambil belajar karena terasa sekali masih banyaaak hal yang harus saya pelajari!

Semangaaat! 

Blog EntryDec 28, '11 10:18 PM
for everyone

"Mungkin saat ini kita sedang menahan beban, di tempat-tempat pencarian kita akan ilmu, rezeki, dan bermacam pengabdian, barangkali kita sedang menemui masalah dan masalah. Semua terasa berat menimpa. Mulanya bisa biasa saja. Seiring waktu lalu kita merasa lelah dan menyerah. Ini adalah kesalahan pertama dari cara kita melihat diri kita sendiri: menyerah atas kumpulan masalah."

 

"Selain kumpulan masalah, hidup adalah arena persaingan. Kalaulah tak ada persaingan, kita tak tau mana yang buruk dan mana yang baik. Kompetisi adalah tarikan rasa takut dan rindu, kepada sesuatu yang kita inginkan. Dan disanalah kita punya jebakan untuk salah menghargai diri sendiri. Hari ini sebagaian kita mungkin tengah menyerah kalah. Padahal kali pertama kita memutuskan untuk memilih -tentang apa saja- di saat itu kita dengan sekuat kata kita bicara tentang kemauan untuk gigih, sungguh2, dan bersemangat untuk menangJenis kedua dari kesalahan cara kita menimbang diri sendiri: mengalah dalam kompetisi."

 

"Selanjutnya, jenis ketiga dari cara kita yang keliru dalam menimbang kadar diri: merasa cukup dengan capaian diri saat ini. Merasa cukup, bila itu terkait dengan perasaan menerima atas apa yang diberikan Allah merupakan sikap luhur. Sebab ini tentang rasa syukur dan sikap tahu diri. Merasa cukup yang tidak baik adalah apa yang terkait keengganan untuk memacu lebih, dan lebih, dari apa-apa yang kita miliki. Ini tentang kebisaan dan kemampuan kita yang belum sampai ke titik tertingginya. Sebab kita tidak memacunya, sebab kita memilih capaian sekedarnya."

 

Mungkin kita tak sekedar ini, hanya salah menghargai diri


# Mungkin bukan soal pengetahuan, tapi cara kita mensinergiskan perilaku dan ucapan

# Mungkin bukan soal kerja keras, tapi cara kita bertahan

# Mungkin bukan soal kemampuan memimpin, tapi cara kita memaknai tanggung jawab

# Mungkin bukan soal keimanan, tapi cara kita bertoleransi dan menghargai

# Mungkin bukan soal banyaknya karunia, tapi cara kita mensyukuri 


(Dikutip dari Tarbawi, edisi 265)


Blog EntryDec 12, '11 3:43 AM
for everyone

LDK SALAM UI Menggali Potensi Muslimah*


rohis

Oleh Indah Wulandari


Lembaga Dakwah Kampus Nuansa Islam Universitas Indonesia (LDK SALAM UI) meneropong potensi Muslimah lewat acara Cerita Perempuan Indonesia (Cermin). Selama dua pekan berturut-turut, tampil pembicara yang menggugah semangat untuk menghargai peran perempuan dalam pembangunan.

“Rangkaian acara ini dimaksudkan agar kita lebih paham tentang perempuan. Karena, perempuan begitu istimewa hingga negara pun bertiangkan perempuan,” ujar Humas LDK SALAM UI Nurul Iva Faturahmi. Keistimewaan itu pun tampak dalam temanya, yakni “The Power of Girls: Beauty Inside, Beauty Outside!”

Pada hari perdana penyelenggaraan kegiatan, Sabtu (19/11) lalu, tampil penulis buku Agar Bidadari Cemburu Padamu, Salim A Fillah. Bersama mahasiswi Fakultas Hukum UI yang juga seorang hafizah, Scientia Afifah Taibah, Salim menyemangati para Muslimah muda dalam talkshow bertema “Be a Great Muslimah”.

Acara yang berlangsung di Gedung M Lantai 3 FISIP UI ini amat komunikatif karena peserta banyak bertanya. Acara bincang-bincang ini berlanjut dengan bahasan “Be a Great Wife”. Penulis buku Bagaimana Aku Bertahan dan Menjadi Istri Survive, Pipit Senja, berbagi pengalaman membina keluarga di tengah deraan sakit. Tak ketinggalan Isa Alamsyah, penulis buku berjudul No Excuse!, yang juga suami dari penulis ternama Asma Nadia, berbagi tips tentang membina keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.

Tema menarik lainnya juga ditemui dalam talkshow bertema “Be a Great Mother”, Ahad (20/11). Pendiri Pondok Pesantren Baitul Anshar yang juga berperan sebagai orang tua tunggal, Ummi Ihsan, mengungkapkan keinginannya mendidik anak yang saleh. Sedangkan dari sisi generasi muda diwakili Ismail Ghulam Halim (putra dari Ustazah Wirianingsih).

Sesi kedua berlanjut dengan training motivasi “The Power of Girls: Beauty Inside, Beauty Outside!” oleh Rumah Motivasi. “Kita bisa menemukan inspirasi mengenai perempuanperempuan pengukir sejarah sepanjang acara ini,” kata Nurul. Panitia pun berharap, melalui acara ini wawasan para peserta yang notabene merupakan para Muslimah muda akan bertambah. Motivasi mereka pun akan meningkat. ed: wachidah handasah


*Tulisan ini dimuat di Harian Republika, Kolom Dialog Jum'at, tanggal 9 Desember 2011.


(Berdasarkan pesan dari Humas, maka tulisan ini didokumentasikan pula dalam Blog agar mudah diakses di kemudian hari)


Blog EntryDec 8, '11 11:29 AM
for everyone
Ini tentang jejak ke dua, dalam perjalanan inspirasi, dari sebuah kata inspirasi harimu yang telah tercetus sebelumnya. Ya, masih tentang SALAM UI, rumah yang menaungi hari-hari saya secara umum. 

Pada jejak sebelumnya telah muncul ide-ide awal tentang kelanjutan SALAM di periode ke 14, ya Inspirasi Harimu!. Visi yang dibawa oleh Ketua SALAM tahun ini adalah
 “Menjadikan SALAM UI sebagai perwajahan Islam kampus yang mampu memberikan inspirasi keislaman menuju Indonesia madani”
dan Misi nya adalah 
BUMI (Bersama Ukhuwah Merangkul Intelektualitas). 
Tenang-tenang saya tak akan jabarkan visi dan misinya kok, ini cuma gambaran awal saja, supaya nyambung dengan kisah selanjutnya.. 

Dalam jejak kedua kali ini, saya akan menceritakan tentang Buku Saku SALAM UI, yang diperuntukan untuk seluruh pengurus SALAM, ini dia bentuknya.

Ini buku sebenarnya biasa aja, bahkan sekarang di detik2 menuju akhir keberadaannya sudah terlupakan. Padahal perjuangan dan filosofi dalam pembuatannya luar biasa.. Buku ini termasuk jejak awwalun dalam SALAM tahun ini..

Jadi gini, tentang SALAM yang cakupannya luas banget itu (baca, pengurusnya banyak), kejadian yang saya alami di tingkat pertama adalah rasa kepemilikan yang sangat kurang terhadap SALAM. Staf memiliki rasa kepemilikan yang besar pada departemennya sendiri, tetapi tidak secara utuh terhadap SALAM. Hal ini juga terjadi pada organsisasi2 lain di kampus, dimana terasa sekali gap antar departemen atau bidang. Staf antar departemen tidak saling kenal, proker departemen lain juga tidak tahu, sehingga minim sekali infor yang mereka dapatkan tentang organisasi itu secara utuh.

Problem ini sempat dibahas di awal kepengurusan SALAM tahun ini, dan tentu bukan cuma dibahas tapi dicari solusinya.. Akhirnya jeng jeng jeng, muncullah dua solusi, bikin buku saku dan kepanitiaan bersama yang tidak oprec dari luar pengurus SALAM..
Nah tentang buku saku, ini unik banget ceritanya, berhubung di awal kepengurusan kita belum punya saldo keuangan sama sekali, jadi kita buat sehemat mungkin. Akhirnya biar hemat kita ngejilid sendiri tuh buku, sebanyak 250an buku. Jadi cuma dicetak kemudian kita yang susun dan jilid sendiri.

Isi dari buku saku tersebut, visi misi salam, struktur kepengurusan, mars salam, lembar biodata dan lembar poin inspirasi. Lembar biodata itu buat diisi sama temen2 pengurus lain, jadi masing2 pengurus punya biodata temennya, terus kalau lembar poin inspirasi untuk menaruh poin saat mereka datang ke acara salam. Tapi sayang disayang, sekarang semua itu tinggal mimpi dan cita, tanpa pelaksanaan yang konsisisten. Buku sakuuu, dimana keberadaanmu sekarang?

Tentang pembuatannya, ini luar biasa perjuangannya. Mulai dari nyetak di daerah kober, terus hasilnya tidak dipotong rata sama abangnya. Alhasil ukuran dari tiap bagian beda-beda. Terus diboyong lah itu tumpukan kertas ke tempat raker untuk dilembur dan dijadikan buku, ada sekitar 3 kardus tumpukan kertas.

Di malam hari, setelah raker, rakoor akhwat begadang untuk menuntaskan pembuatan buku. Demi penghematan, kita jilid sendiri. Malam itu sepertinya kami sudah beralih jadi tukang fotokopi. Ada beberapa pembagian kerja, motongin kertasnya supaya sama, menyusun tata urutannya, menghitung lembar tiap bagian (misal biodata 10 lembar, poin 5 lembar), dan yang tersulit adalah menggabungkannya jadi satu (menstreples). Karena lumayan tebal, jadi ini buku sedikit sulit distreples dan butuh tenaga ekstra.

(Hasil buku yang baru disusun, belum dipotong dan distreples)

Jadi malam itu, kerjaan kita, hitung2, potong2, susun, cekrek.. Untuk buku saku. Dan ternyata semalam tak cukup, ya iyalah 250an buku, dengan tumpukan kertas yang segambreng-gambreng. Di tambah ukurannya tak merata, jadilah berat kami menyusunnya. Bahkan ketika ditawarkan ke tempat fotokopi untuk memotongnya agar ukurannya sama, tidak ada yang mauuu, karena ini terlalu banyak dan berantakan saat dipotong di awal. Akhirnya lembur lah kitaa..

Buku penuh cinta itu jadi juga akhirnya, di sosker sempat dibagikan ke pengurus yang hadir. Bahkaan saat sosker beberapa akhwat tetap berjibaku dengan si buku, karena target semua staf harus dapat. Namun, apa daya, belum selesai juga teman2, lama sekaliiii, akhirnya buku2 yang belum dipotong rapi itu diberikan pada setiap kepala departemen untuk dirapikan masing2.

Mengingat buku itu hari ini, rasanya sayang seribu sayang, karena keberadaannya tidak diketahui lagi. Tapi setidaknya buku itu menjadi satu jejak, bahwa di awal dulu kami pernah mengusahakan adanya ikatan antara pengurus SALAM, bahwa di awal dulu kami pernah mengusahakan untuk meningkatkan kehadiran pengurus SALAM lewat poin inspirasi yang ditempel di buku..

Jika tahun ini kami baru mampu membuat sebuah buku dengan pelaksanaan yang kurang baik, semoga tahun depan ada hal yang lebih baik lagi. Yang membuat seluruh pengurus saling kenal, merasa dekat antar departemen, dan mencintai SALAM seutuhnya.

Karena ya, SALAM milik kita bersama, kan?

Kita butuh tim perencana yang baik, tetapi tak hanya itu, kita butuh tim pelaksana yang baik. Karena setiap rencana yang baik tak akan menjadi baik tanpa pelaksanaan yang baik...


NoteSalam
   
mayaayu wrote on Sep 25, '11
wa'alaikumusslm, Indah.. :)
indahpuspita94 wrote on Sep 24, '11
Assalamu'alaikum kak maya :)
mayaayu wrote on Aug 31, '11
scientz said
mayaaa..
yes, I am comiing.. ^^
mayaayu wrote on Aug 31, '11
maya, barakallahu fii 'umurik :-)
(telat euy)
iya Cii, jazakillah..

(makin telat balesnya. afwan ya.)

Maya

Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepadaku. (QS 2:152)

Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS 47:7)



When you feel all alone in this world,
And theres nobody to count your tears,
Just remember no matter where you are,
Allah knows, Allah knows..

When youre carrying a monster load,
And you wonder how far you can go,
With every step on that road you take,
Allah knows, Allah knows..

[Allah Knows, Zain Bhikha]